Menumbuhkan Optimisme Pada Anak

๐Ÿ”— *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah

๐Ÿ‘‘ *MENUMBUHKAN OPTIMISME PADA ANAK*

_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._

Anak-anak kaum Muslimin perlu dilatih memiliki optimisme yang tinggi dan benar. *Optimisme yang dibangun berdasarkan rajaหˆ (sikap berharap), raghbah (semangat meraih cita-cita) dan tawakkal kepada Allah* _Azza wa Jalla._

Rajaหˆ, raghbah, dan tawakkal merupakan ibadah yang amat penting bagi kehidupan manusia untuk meraih pahala dan meraih cita-cita.

*Allah* _Subhanahu wa Ta’ala_ berfirman tentang rajaหˆ yang membuktikan bahwa ia termasuk ibadah:

ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูŠَุฑْุฌُูˆ ู„ِู‚َุงุกَ ุฑَุจِّู‡ِ ูَู„ْูŠَุนْู…َู„ْ ุนَู…َู„ًุง ุตَุงู„ِุญًุง ูˆَู„َุง ูŠُุดْุฑِูƒْ ุจِุนِุจَุงุฏَุฉِ ุฑَุจِّู‡ِ ุฃَุญَุฏًุง

```"Maka barang siapa yang mengharap berjumpa dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengamalkan amal shalih dan tidak mempersekutukan dengan siapapun dalam beribadah kepada Rabbnya."``` [QS. Al-Kahfi: 110]

Juga firmanNya:

ุฃُูˆู„َٰุฆِูƒَ ูŠَุฑْุฌُูˆู†َ ุฑَุญْู…َุชَ ุงู„ู„َّู‡ِ ۚ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ

```"Mereka mengharap rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang."``` [QS. Al-Baqarah: 218]

Juga firmanNya:

ุฃُูˆู„َٰุฆِูƒَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุฏْุนُูˆู†َ ูŠَุจْุชَุบُูˆู†َ ุฅِู„َู‰ٰ ุฑَุจِّู‡ِู…ُ ุงู„ْูˆَุณِูŠู„َุฉَ ุฃَูŠُّู‡ُู…ْ ุฃَู‚ْุฑَุจُ ูˆَูŠَุฑْุฌُูˆู†َ ุฑَุญْู…َุชَู‡ُ ูˆَูŠَุฎَุงูُูˆู†َ ุนَุฐَุงุจَู‡ُ ۚ ุฅِู†َّ ุนَุฐَุงุจَ ุฑَุจِّูƒَ ูƒَุงู†َ ู…َุญْุฐُูˆุฑًุง

```"Orang-orang yang mereka seru (yang mereka jadikan tumpuan doa) itu, mereka sendiri justru mencari jalan (wasilah) langsung menuju Rabb mereka, (berlomba) siapakah di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah, mengharap rahmatNya dan takut akan azabNya. Sesungguhnya azab Rabbmu itu adalah perkara yang harus ditakuti."``` [QS. Al-Isra: 57]

*Imam Ibnu Al-Qayyim* _rahimahullah_ dalam Madarij As-Salikin menjelaskan: _*"Mencari jalan (wasilah) menuju Allah artinya mencari kedekatan diri kepada Allah dengan melakukan peribadatan kepadaNya dan memberikan kecintaan kepadaNya.* Pada ayat ini *Allah* menyebutkan *tiga pilar keimanan penting yang menjadi tumpuan,* yaitu: *cinta, takut dan harapan (rajaหˆ)."*_ [Madarij As-Salikin Imam Ibnu Al-Qayyim, Dar Ihyaหˆi At-Turats Al-‘Arabi, cet. II, th. 1421 H/2001 M, II/27]

Demikian pula raghbah, ia juga merupakan ibadah yang penting. *Allah* _Subhanahu wa Ta’ala_ berfirman:

ุฅِู†َّู‡ُู…ْ ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠُุณَุงุฑِุนُูˆู†َ ูِูŠ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ ูˆَูŠَุฏْุนُูˆู†َู†َุง ุฑَุบَุจًุง ูˆَุฑَู‡َุจًุง ۖ ูˆَูƒَุงู†ُูˆุง ู„َู†َุง ุฎَุงุดِุนِูŠู†َ

```"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan (semangat) berharap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami."``` [QS. Al-Anbiya: 90]

Apalagi tawakkal, jelas ia merupakan ibadah yang teramat penting, karena tawakkal merupakan tolok ukur keimanan seseorang. *Allah* _Subhanahu wa Ta’ala_ berfirman:

ูˆَุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَุชَูˆَูƒَّู„ُูˆุง ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ

```"Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya engkau bertawakkal, apabila kamu benar-benar beriman."``` [QS. Al-Maidah: 23]

Pembinaan bagi tumbuhnya sikap rajaหˆ, raghbah dan tawakkal, amat *sangat penting ditanamkan pada diri anak-anak semenjak dini supaya semangat dan optimisme mereka kelak terbentuk secara utuh dalam rangka meraih cita-cita masa depan terbaik,* yaitu *cita-cita ridha Allah _Subhanahu wa Ta’ala_ dan kebahagiaan hidup di akhirat.* Anak-anak yang diharapkan menjadi generasi pantang putus asa.

Rajaหˆ, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan harapan, hakikatnya adalah *sesuatu yang mendorong dan memotivasi hati menuju hal yang disukainya, yaitu mendapat ridha Allah dan kebahagiaan di negri akhirat.* Atau pengertian-pengertian yang senada. *Intinya rajaหˆ adalah sikap berharap yang mendorong hati untuk bersemangat dalam meraih cita-cita.*

Dan raja' ini, *asasnya adalah husnuzhan (berbaik sangka) terhadap Allah dan terhadap kasih sayangNya, sehingga memangkas habis rasa putus asa.* Karenanya *Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda memberi peringatan kepada umatnya, Dari *Jabir* _radhiallahu 'anhu,_ ia mengatakan: Aku mendengar *Nabi* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ tiga hari sebelum beliau wafat, bersabda:

ู„َุง ูŠَู…ُูˆุชَู†َّ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ุฅِู„َّุง ูˆَู‡ُูˆَ ูŠُุญْุณِู†ُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุธَّู†َّ

_*"Janganlah seseorang di antara kalian mati kecuali ia dalam keadaan berhusnuzhan (berbaik sangka) kepada Allah."*_ [HR. Muslim]

Menurut penjelasan *Imam Ibnu Al-Qayyim* _rahimahullah,_ sebenarnya rajaหˆ atau harapan, terdiri dari tiga macam. Dua terpuji, dan satu tercela.

Dua yang terpuji adalah:
*• Pertama, raja' (harapan)nya seseorang yang berbuat ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla berdasarkan cahaya ilmu dari Allah.* Maka ia adalah orang yang mengharapkan pahala dari *Allah* _Azza wa Jalla._

*• Kedua, harapan seseorang yang berbuat dosa kemudian bertaubat,* maka ia adalah orang mengharapkan ampunan, maaf, kebaikan, kemurahan dan santunan *Allah* _Azza wa Jalla._

Sedangkan *rajaหˆ yang tercela adalah, seseorang yang terus menerus meninggalkan ketaatan dan terus menerus berbuat kesalahan, namun ia berharap kasih sayang dan rahmat Allah _Subhanahu wa Ta’ala,_ tanpa mau berusaha.* Ini adalah fatamorgana, angan-angan kosong dan harapan dusta. [Lihat penjelasan Imam Ibnu Al-Qayyim rahimahullah dalam Madarij As-Salikin, op.cit. II/28, dengan beberapa perubahan redaksional]

Itulah raja'. Adapun *raghbah (semangat meraih cita-cita),* hakikatnya mirip dengan raja'. Bedanya, rajaหˆ adalah bentuk harapan besarnya, sedangkan *raghbah adalah bentuk usahanya.* Dengan demikian, raghbah sejatinya merupakan buah dari rajaหˆ. *Apabila seseorang punya harapan terhadap sesuatu, maka ia akan bersemangat melakukan usaha untuk mendapatkannya.*

Hubungan antara raghbah dengan rajaหˆ, laksana hubungan antara lari dan takut. Orang yang mengharapkan sesuatu niscaya akan berusaha sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Demikian pula orang yang takut, maka ia akan lari dari apa yang ditakutinya.

Artinya, *suatu harapan tidak akan disebut harapan yang sebenarnya kalau tidak ditindak lanjuti dengan tindakan nyata.* Dan optimisme yang baik Insya Allah akan terbentuk melalui pembinaan yang benar tentang rajaหˆ dan raghbah. Dan hal ini akan menjadi sempurna dengan tawakkal kepada *Allah* _Azza wa Jalla._

Pembinaan ke arah itu adalah dengan memberikan penjelasan akan janji-janji *Allah* _Azza wa Jalla_ bagi orang-orang yang bertakwa dan memberikan penjelasan akan ancaman-ancamanNya bagi orang-orang yang durhaka, melalui proses pengajaran dan pendidikan berkesinambungan secara bertahap berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…… ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ—ƒ️ *Sumber:*
• Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XX/1437 H/2016 M
• Artikel almanhaj.or.id

๐Ÿ–Š️ _Penulis: Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin_

*----------••♛♛♛••----------*

๐Ÿ’Ž *Permata Sunnah*
๐ŸŒ *Web:* http://permatasunnah.com

๐Ÿ’ฐ *Donasi Dakwah Permata Sunnah*
๐Ÿง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| *No. Rek: 0617861121*
| *An. Dedi Budika*
| Kode Bank 427
๐Ÿ“ฑKonfirmasi: _Pilih salah satu_
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐Ÿ”ฅ Berdusta Atas Nama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Hukum Warisan Dari Orang Tua Non Muslim

Apa Tujuan Diciptakan Manusia?