๐Ÿ’Œ Tulus Dalam Memberikan Nasihat

Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah

๐Ÿค TULUS DALAM MEMBERIKAN NASIHAT

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Nasihat merupakan amalan yang penting dalam Islam, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa agama itu adalah nasihat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Agama adalah nasihat." Kami bertanya: "Untuk siapa? Beliau menjawab: "Bagi Allah, bagi kitabNya, bagi rasulNya, bagi pemimpin-pemimpin kaum Muslimin, serta bagi umat Islam umumnya." [HR. Muslim]

Termasuk hal yang tidak diragukan lagi bagi manusia saat ini membutuhkan orang-orang yang dapat mengarahkan dan menunjukkan mereka kepada jalan keselamatan. Allah Ta’ala berfirman:

ูˆَุฐَูƒِّุฑْ ูَุฅِู†َّ ุงู„ุฐِّูƒْุฑَู‰ ุชَู†ْูَุนُ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman." [QS. Adz-Dzariyaat: 55]

Seseorang yang hendak memberikan nasihat harus berusaha untuk tidak mempermalukan orang yang hendak dinasihati. Karena dalam memberikan nasihat haruslah bersikap lembut, hikmah, dan beradab di dalam menyampaikan nasihat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
"Nasihat itu merupakan perbuatan baik kepada orang yang engkau nasihati dalam bentuk kasih sayang, rasa kasihan, cinta dan cemburu. Maka nasihat itu semata-mata perbuatan baik didasari kasih sayang dan kelembutan dan dimaksudkan hanya mencari ridha Allah." [Kitab Ar-Ruuh oleh Ibnul Qayyim, hal. 381]

Coba kita lihat kisah Nabi Musa ketika beliau menasihati Firaun. Firaun adalah sosok manusia yang paling kejam dan keras di masa Nabi Musa namun Allah tetap memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun agar menasihatinya dengan lemah lembut. Allah Ta’ala berfirman:

ูَู‚ُูˆู„ุง ู„َู‡ُ ู‚َูˆْู„ุง ู„َูŠِّู†ًุง

"Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut." [QS. Ath Thaha: 44]

Oleh karena itu, seorang pemberi nasihat harus lemah lembut dan tidak kasar. Karena menasihati dengan cara yang kasar akan membuat manusia lari dari Islam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan dan menganjurkan kita agar senantiasa berlaku lemah lembut dalam menasihati.

Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ูŠَุณِّุฑُูˆْุง ูˆَู„ุงَ ุชُุนَุณِّุฑُูˆْุง، ูˆَุจَุดِّุฑُูˆْุง ูˆَู„ุงَ ุชُู†َูِّุฑُูˆْุง

"Mudahkanlah dan jangan kalian persulit, berilah kabar gembira dan janganlah kalian membuat orang lari." [HR. Bukhari dan Muslim]

Dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang tidak memiliki sifat lembut, maka tidak akan mendapatkan kebaikan." [HR. Muslim]

》Bolehkah Menasihati dengan Ketegasan?

Memang benar dakwah juga bisa dengan ketegasan ketika:
a. Timbulnya pelanggaran terhadap pengharaman-pengharaman Allah.
b. Timbulnya penentangan dan pelecehan terhadap dakwah.
c. Timbulnya penyimpangan dari syariat yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak pantas hal itu terjadi pada dirinya. Seperti orang yang paham tentang syariat kemudian menyelisihinya.

Dan sikap tegas dan lugas dalam dakwah juga dibenarkan apabila:
a. Sikap lemah lembut dan kasih sayang tidak mampu merubah orang yang terus-menerus dalam kemungkaran.
b. Dilakukan pada orang yang menentang Al-Haq dan menampakkan kefasikan beserta kejelekannya secara terang-terangan.
c. Menimbulkan mashlahat yang lebih besar daripada kerusakan.

Begitu pula dalam memberi nasihat hendaknya kita membersihkan niat kita dari segala ketamakan dunia dan keinginan mendapatkan pujian manusia dan maksud buruk lainnya. Karena dalam memberikan nasihat hendaknya kita harus ikhlas karena Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ุงَ ูŠَู‚ْุจَู„ُ ู…ِู†َ ุงู„ْุนَู…َู„َ ุฅِู„ุงَّ ู…َุง ูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ุฎَุงู„ِุตًุง ูˆَุงุจْุชُุบِูŠَ ุจِู‡ِ ูˆَุฌْู‡ُู‡ُ

"Sesungguhnya Allah tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni (ikhlas) untukNya dan untuk mencari wajahNya." [HR. Nasai. Lihat Silsilah Ash Shahihah, no. 52]

Oleh karena itulah, Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: "Segala sesuatu yang tidak didasari ikhlas karena Allah, pasti tidak bermanfaat dan tidak akan kekal." [Darut Ta’arudh Al-Aql wan Naql, 2: 188]
ใ…คใ…คใ…คใ…ค
ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…… ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…. ูˆุขุฎุฑ ุฏุนูˆุงู†ุง ุฃู† ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

✒ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

๐Ÿ’ป Sumber: https://permatasunnah.com/tulus-dalam-memberikan-nasihat/

----------••♛♛♛••----------

๐Ÿ’Ž Permata Sunnah
๐ŸŒ Web: http://permatasunnah.com

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah Permata Sunnah
๐Ÿง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| No. Rek: 0617861121
| An. Dedi Budika
| Kode Bank 427
๐Ÿ“ฑKonfirmasi: Pilih salah satu
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐Ÿ”ฅ Berdusta Atas Nama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Hukum Warisan Dari Orang Tua Non Muslim

Apa Tujuan Diciptakan Manusia?