Sifat Ibadurrahman
🔗 *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah
💔 *MEMILIKI RASA TAKUT & KHAWATIR DENGAN SIKSA NERAKA*
_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._
Sahabat, Muslim dalam artikel kali ini akan dibahas bagaimana seorang Muslim hendaknya menjadi hamba Allah yang sejati.
Seorang *Ibadurrahman (hamba Allah yang sejati) harus memiliki rasa takut dan khawatir dengan siksa Neraka.* Sebagaimana firman *Allah* _Ta’ala:_
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا
```"Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman."``` [QS. Al-Furqan: 65-66]
*◇ Memperhatikan Kualitas Amal dan Khawatir Tidak Diterima*
Seorang hamba *Allah* _Ta’ala_ selain *memiliki kualitas yang baik dalam beramal dan beribadah, mereka juga harus memiliki rasa takut akan siksaNya dan murkaNya.* Inilah salah satu sifat seorang Mukmin yang sempurna.
*Allah* _Ta’ala_ berfirman,
وَٱلَّذِينَ يُؤۡتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمۡ وَجِلَةٌ أَنَّهُمۡ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ رَٰجِعُونَ
```“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tau bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.”``` [QS. Al-Mukminun: 60]
Lihatlah bagaimana *Allah* membuat perumpamaan bagi mereka, yaitu *seorang Ibadurrahman yang beribadah dan taat kepada Allah _Ta’ala,_ sedangkan hati mereka khawatir kalau amal mereka ditolak dan tertimpa azab dari Allah _Ta’ala._*
Maka ini adalah di antara sifat Ibadurrahman yang agung. Mereka adalah *orang yang baik dan konsisten dalam beramal, dan di waktu yang sama mereka adalah orang-orang yang khawatir kalau amalnya tidak diterima.*
Dari *Aisyah* _radhiallahu 'anha,_ *Aisyah* mengatakan, _“Aku bertanya kepada *Rasulullah* shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang makna ayat:_
وَٱلَّذِينَ يُؤۡتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمۡ وَجِلَةٌ
_"Aku mengira bahwasanya mereka adalah orang-orang yang meminum khamr dan mencuri." Maka *Rasulullah* shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: *"Bukan itu, wahai bintu Shiddiq. Namun mereka adalah orang-orang yang (rajin) berpuasa, (rajin) shalat, dan (rajin) sedekah, namun mereka khawatir amal mereka tidak diterima".”*_ [HR. Tirmidzi no. 3175, dinilai shahih oleh Al-Albani dalam As-Silsilatu Ash-Shahihah no. 162]
Sebagaimana perkataan *Hasan Al-Bashri* _rahimahullah: *“Seorang Mukmin (adalah orang) yang mengumpulkan (dua hal dalam dirinya, yaitu): beramal yang berkualitas, dan (di sisi lain) khawatir (amalnya tidak diterima). (Sedangkan) orang munafik menggabungkan (dua hal pada dirinya, yaitu): buruk (amalannya) dan merasa aman (dari siksa Allah).* Kemudian *Hasan Al-Bashri* membacakan (ayat):_
إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ خَشۡيَةِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ
_*"Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka".”*_ [Tafsir Ath-Athabari, 68: 17]
*◇ Perbedaan Orang Mukmin dengan Munafik*
*Allah* menjelaskan tentang *orang-orang munafik* _(Kita memohon perlindungan kepada *Allah* dari sifat seperti ini)._ Mereka memiliki karakter *buruk amalannya, namun merasa dirinya aman dari siksaan Allah _Ta’ala_ dan tidak merasa takut dengan siksaan Allah _Ta’ala._ Berbeda dengan kondisi orang yang beriman, rasa takut dengan azab Allah _Ta’ala_ mencegah mereka untuk melakukan maksiat.*
Sebagaimana kasih sayang *Allah* _Ta’ala_ adalah *sesuatu yang menggiring orang beriman untuk menambah hal-hal yang bermanfaat dan amal-amal yang mendekatkannya pada Allah* _Ta’ala._
*Allah* _Ta’ala_ berfirman,
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ يَبۡتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلۡوَسِيلَةَ أَيُّهُمۡ أَقۡرَبُ وَيَرۡجُونَ رَحۡمَتَهُۥ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُورٗا
```“Orang-orang (shalih) yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan azabNya. Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.”``` [QS. Al-Isra’: 57]
Maka seorang Ibadurrahman memanjatkan doa dalam diri mereka:
*رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ*
_*“Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami.”*_
Doa ini secara tidak langsung mengandung makna agar kita diselamatkan dari sebab-sebab yang mengantarkan kepada siksaan neraka, yakni *diberikan taufik agar jauh darinya. Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ mengajarkan ibunda *Aisyah* _radhiallahu ‘anha_ berdoa:
*اللّهمّ إٍني أَسْأَلُكَ الْجَنَّـةَ، وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِن قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ النَّارِ، وَمَا قَـرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قولٍ أَوْ عَمَلٍ*
_*“Ya Allah, aku memohon kepadaMu Surga, dan apa-apa yang mendekatkan aku kepadanya (Surga) baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepadaMu dari Neraka, dan apa-apa yang mendekatkan kepadanya (Neraka), baik berupa perkataan maupun perbuatan.”*_ [HR. Ibnu Majah no. 3846, dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Silsilatu Ash-Shahiihah no. 1542]
Dan firman *Allah* _Ta’ala:_
إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
```“Sesungguhnya azabNya itu adalah kebinasaan yang kekal.”``` [QS. Al-Furqan: 65]
Artinya, *azab Allah _Ta’ala_ adalah siksaan yang terus menerus, berulang-ulang, dan siksaan yang keras.*
إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا
```“Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.”``` [QS. Al-Furqan: 66]
Artinya, *Neraka Jahannam adalah seburuk-buruk tempat tinggal yang abadi.*
والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
🗃️ *Sumber:* Artikel Muslim.or.id
🖊️ _Penulis: Azka Hariz hafidzahullah_
*----------••♛♛♛••----------*
💎 *Permata Sunnah*
🌐 *Web:* http://permatasunnah.com
💰 *Donasi Dakwah Permata Sunnah*
🏧 Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| *No. Rek: 0617861121*
| *An. Dedi Budika*
| Kode Bank 427
📱Konfirmasi: _Pilih salah satu_
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)
📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.
💔 *MEMILIKI RASA TAKUT & KHAWATIR DENGAN SIKSA NERAKA*
_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._
Sahabat, Muslim dalam artikel kali ini akan dibahas bagaimana seorang Muslim hendaknya menjadi hamba Allah yang sejati.
Seorang *Ibadurrahman (hamba Allah yang sejati) harus memiliki rasa takut dan khawatir dengan siksa Neraka.* Sebagaimana firman *Allah* _Ta’ala:_
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا
```"Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman."``` [QS. Al-Furqan: 65-66]
*◇ Memperhatikan Kualitas Amal dan Khawatir Tidak Diterima*
Seorang hamba *Allah* _Ta’ala_ selain *memiliki kualitas yang baik dalam beramal dan beribadah, mereka juga harus memiliki rasa takut akan siksaNya dan murkaNya.* Inilah salah satu sifat seorang Mukmin yang sempurna.
*Allah* _Ta’ala_ berfirman,
وَٱلَّذِينَ يُؤۡتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمۡ وَجِلَةٌ أَنَّهُمۡ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ رَٰجِعُونَ
```“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tau bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.”``` [QS. Al-Mukminun: 60]
Lihatlah bagaimana *Allah* membuat perumpamaan bagi mereka, yaitu *seorang Ibadurrahman yang beribadah dan taat kepada Allah _Ta’ala,_ sedangkan hati mereka khawatir kalau amal mereka ditolak dan tertimpa azab dari Allah _Ta’ala._*
Maka ini adalah di antara sifat Ibadurrahman yang agung. Mereka adalah *orang yang baik dan konsisten dalam beramal, dan di waktu yang sama mereka adalah orang-orang yang khawatir kalau amalnya tidak diterima.*
Dari *Aisyah* _radhiallahu 'anha,_ *Aisyah* mengatakan, _“Aku bertanya kepada *Rasulullah* shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang makna ayat:_
وَٱلَّذِينَ يُؤۡتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمۡ وَجِلَةٌ
_"Aku mengira bahwasanya mereka adalah orang-orang yang meminum khamr dan mencuri." Maka *Rasulullah* shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: *"Bukan itu, wahai bintu Shiddiq. Namun mereka adalah orang-orang yang (rajin) berpuasa, (rajin) shalat, dan (rajin) sedekah, namun mereka khawatir amal mereka tidak diterima".”*_ [HR. Tirmidzi no. 3175, dinilai shahih oleh Al-Albani dalam As-Silsilatu Ash-Shahihah no. 162]
Sebagaimana perkataan *Hasan Al-Bashri* _rahimahullah: *“Seorang Mukmin (adalah orang) yang mengumpulkan (dua hal dalam dirinya, yaitu): beramal yang berkualitas, dan (di sisi lain) khawatir (amalnya tidak diterima). (Sedangkan) orang munafik menggabungkan (dua hal pada dirinya, yaitu): buruk (amalannya) dan merasa aman (dari siksa Allah).* Kemudian *Hasan Al-Bashri* membacakan (ayat):_
إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ خَشۡيَةِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ
_*"Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka".”*_ [Tafsir Ath-Athabari, 68: 17]
*◇ Perbedaan Orang Mukmin dengan Munafik*
*Allah* menjelaskan tentang *orang-orang munafik* _(Kita memohon perlindungan kepada *Allah* dari sifat seperti ini)._ Mereka memiliki karakter *buruk amalannya, namun merasa dirinya aman dari siksaan Allah _Ta’ala_ dan tidak merasa takut dengan siksaan Allah _Ta’ala._ Berbeda dengan kondisi orang yang beriman, rasa takut dengan azab Allah _Ta’ala_ mencegah mereka untuk melakukan maksiat.*
Sebagaimana kasih sayang *Allah* _Ta’ala_ adalah *sesuatu yang menggiring orang beriman untuk menambah hal-hal yang bermanfaat dan amal-amal yang mendekatkannya pada Allah* _Ta’ala._
*Allah* _Ta’ala_ berfirman,
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ يَبۡتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلۡوَسِيلَةَ أَيُّهُمۡ أَقۡرَبُ وَيَرۡجُونَ رَحۡمَتَهُۥ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُورٗا
```“Orang-orang (shalih) yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan azabNya. Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.”``` [QS. Al-Isra’: 57]
Maka seorang Ibadurrahman memanjatkan doa dalam diri mereka:
*رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ*
_*“Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami.”*_
Doa ini secara tidak langsung mengandung makna agar kita diselamatkan dari sebab-sebab yang mengantarkan kepada siksaan neraka, yakni *diberikan taufik agar jauh darinya. Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ mengajarkan ibunda *Aisyah* _radhiallahu ‘anha_ berdoa:
*اللّهمّ إٍني أَسْأَلُكَ الْجَنَّـةَ، وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِن قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ النَّارِ، وَمَا قَـرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قولٍ أَوْ عَمَلٍ*
_*“Ya Allah, aku memohon kepadaMu Surga, dan apa-apa yang mendekatkan aku kepadanya (Surga) baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepadaMu dari Neraka, dan apa-apa yang mendekatkan kepadanya (Neraka), baik berupa perkataan maupun perbuatan.”*_ [HR. Ibnu Majah no. 3846, dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Silsilatu Ash-Shahiihah no. 1542]
Dan firman *Allah* _Ta’ala:_
إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
```“Sesungguhnya azabNya itu adalah kebinasaan yang kekal.”``` [QS. Al-Furqan: 65]
Artinya, *azab Allah _Ta’ala_ adalah siksaan yang terus menerus, berulang-ulang, dan siksaan yang keras.*
إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا
```“Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.”``` [QS. Al-Furqan: 66]
Artinya, *Neraka Jahannam adalah seburuk-buruk tempat tinggal yang abadi.*
والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
🗃️ *Sumber:* Artikel Muslim.or.id
🖊️ _Penulis: Azka Hariz hafidzahullah_
*----------••♛♛♛••----------*
💎 *Permata Sunnah*
🌐 *Web:* http://permatasunnah.com
💰 *Donasi Dakwah Permata Sunnah*
🏧 Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| *No. Rek: 0617861121*
| *An. Dedi Budika*
| Kode Bank 427
📱Konfirmasi: _Pilih salah satu_
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)
📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.
Komentar
Posting Komentar