Rindu Bertemu Allah
Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah
๐ RINDU ALLAH
Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.
Rindu adalah perasaan sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu. Perasaan ini biasanya muncul saat lama tak berjumpa dengan seseorang yang amat disayangi. Hal ini manusiawi dan sah-sah saja. Selama tidak berlebihan atau melampaui batas.
Namun, pernahkah kita merindukan Dzat yang teramat sangat menyayangi kita? Bahkan tak mungkin kita hidup tanpa kasih sayangNya. Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kerinduan hamba kepada Rabbnya terobati saat bermunajat kepadaNya. Terutama ketika menunaikan shalat. Sehingga ia benar-benar selalu menunggu-nunggu kedatangan waktu shalat dan sangat menikmati saat menjalaninya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan,
“Hiburanku adalah shalat.” [HR. Nasa’i dan dinilai sahih oleh Al-Hakim, Adh-Dhiya’ Al-Maqdisiy serta Al-Albani]
Bagaimana tidak terhibur dan menikmati shalat, sedangkan di dalamnya seorang hamba ‘bercakap-cakap’ dengan Allah Ta’ala.
Dalam Shahih Muslim (IV/324 no. 876) disebutkan bahwa setiap hamba membaca ayat per ayat surat Al-Fatihah, Allah Ta’ala akan membalas dengan firmanNya.
Imam Ibn Rajab menjelaskan bahwa “Hadis di atas menunjukkan bahwasanya Allah mendengarkan bacaan orang yang shalat. Sebab dia sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Rabbnya. Lalu Allah menjawab setiap bisikan hambaNya, kalimat per kalimat.”
● Pertemuan Akbar
Pertemuan rutin harian hamba dengan Allah adalah ketika shalat. Adapun pertemuan akbarnya, adalah ketika ia bertemu Allah di SurgaNya. Hanya orang-orang beriman yang merindukan pertemuan tersebutlah, yang akan menikmati karunia terbesar itu.
Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
“Barang siapa menyukai perjumpaan dengan Allah, maka Allah pun akan menyukai perjumpaan dengannya. Barang siapa membenci perjumpaan dengan Allah, maka Allah pun akan membenci perjumpaan dengannya.”
Aisyah atau sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Kita semua membenci kematian.” Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
"Bukan itu yang dimaksud. Namun seorang mukmin saat menghadapi sakaratul maut, dia akan diberi kabar gembira berupa ridha Allah dan karuniaNya. Tidak ada sesuatu yang lebih ia sukai dibandingkan apa yang akan ia peroleh kelak. Saat itulah ia menyukai perjumpaan dengan Allah. Sehingga Allah pun menyukai perjumpaan dengannya. Adapun orang kafir, ketika menghadapi sakaratul maut, ia akan diancam dengan azab dan hukuman Allah. Tidak ada sesuatu yang lebih ia benci dibanding apa yang akan menimpanya kelak. Sehingga ia membenci perjumpaan dengan Allah. Maka Allah pun membenci perjumpaan dengannya." [HR. Bukhari dan Muslim]
๐ฅ Sumber: Artikel Tunasilmu.com
๐ Penulis: Ustadz Abdullah Zaen hafidzahullah
----------••♛♛♛••----------
๐ Permata Sunnah
๐ Web: http://permatasunnah.com
๐ฐ Donasi Dakwah Permata Sunnah
๐ง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| No. Rek: 0617861121
| An. Dedi Budika
| Kode Bank 427
๐ฑKonfirmasi: Pilih salah satu
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)
๐ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.
๐ RINDU ALLAH
Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.
Rindu adalah perasaan sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu. Perasaan ini biasanya muncul saat lama tak berjumpa dengan seseorang yang amat disayangi. Hal ini manusiawi dan sah-sah saja. Selama tidak berlebihan atau melampaui batas.
Namun, pernahkah kita merindukan Dzat yang teramat sangat menyayangi kita? Bahkan tak mungkin kita hidup tanpa kasih sayangNya. Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kerinduan hamba kepada Rabbnya terobati saat bermunajat kepadaNya. Terutama ketika menunaikan shalat. Sehingga ia benar-benar selalu menunggu-nunggu kedatangan waktu shalat dan sangat menikmati saat menjalaninya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan,
َูุฌُุนَِูุชْ ُูุฑَّุฉُ ุนَِْููู ِูู ุงูุตََّูุงุฉِ
“Hiburanku adalah shalat.” [HR. Nasa’i dan dinilai sahih oleh Al-Hakim, Adh-Dhiya’ Al-Maqdisiy serta Al-Albani]
Bagaimana tidak terhibur dan menikmati shalat, sedangkan di dalamnya seorang hamba ‘bercakap-cakap’ dengan Allah Ta’ala.
Dalam Shahih Muslim (IV/324 no. 876) disebutkan bahwa setiap hamba membaca ayat per ayat surat Al-Fatihah, Allah Ta’ala akan membalas dengan firmanNya.
Imam Ibn Rajab menjelaskan bahwa “Hadis di atas menunjukkan bahwasanya Allah mendengarkan bacaan orang yang shalat. Sebab dia sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Rabbnya. Lalu Allah menjawab setiap bisikan hambaNya, kalimat per kalimat.”
● Pertemuan Akbar
Pertemuan rutin harian hamba dengan Allah adalah ketika shalat. Adapun pertemuan akbarnya, adalah ketika ia bertemu Allah di SurgaNya. Hanya orang-orang beriman yang merindukan pertemuan tersebutlah, yang akan menikmati karunia terbesar itu.
ุนَْู ุนُุจَุงุฏَุฉَ ุจِْู ุงูุตَّุงู
ِุชِ، ุนَِู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ َูุงَู: “
Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
ู
َْู ุฃَุญَุจَّ َِููุงุกَ ุงَِّููู ุฃَุญَุจَّ ุงَُّููู َِููุงุกَُู، َูู
َْู َูุฑَِู َِููุงุกَ ุงَِّููู َูุฑَِู ุงَُّููู َِููุงุกَُู
“Barang siapa menyukai perjumpaan dengan Allah, maka Allah pun akan menyukai perjumpaan dengannya. Barang siapa membenci perjumpaan dengan Allah, maka Allah pun akan membenci perjumpaan dengannya.”
Aisyah atau sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Kita semua membenci kematian.” Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
َْููุณَ ุฐَุงِู، َََِّูููู ุงูู
ُุคْู
َِู ุฅِุฐَุง ุญَุถَุฑَُู ุงูู
َْูุชُ ุจُุดِّุฑَ ุจِุฑِุถَْูุงِู ุงَِّููู ََููุฑَุงู
َุชِِู، ََْูููุณَ ุดَْูุกٌ ุฃَุญَุจَّ ุฅَِِْููู ู
ِู
َّุง ุฃَู
َุงู
َُู، َูุฃَุญَุจَّ َِููุงุกَ ุงَِّููู َูุฃَุญَุจَّ ุงَُّููู َِููุงุกَُู. َูุฅَِّู ุงَููุงِูุฑَ ุฅِุฐَุง ุญُุถِุฑَ ุจُุดِّุฑَ ุจِุนَุฐَุงุจِ ุงَِّููู َูุนُُููุจَุชِِู، ََْูููุณَ ุดَْูุกٌ ุฃَْูุฑََู ุฅَِِْููู ู
ِู
َّุง ุฃَู
َุงู
َُู، َูุฑَِู َِููุงุกَ ุงَِّููู ََููุฑَِู ุงَُّููู َِููุงุกَُู
"Bukan itu yang dimaksud. Namun seorang mukmin saat menghadapi sakaratul maut, dia akan diberi kabar gembira berupa ridha Allah dan karuniaNya. Tidak ada sesuatu yang lebih ia sukai dibandingkan apa yang akan ia peroleh kelak. Saat itulah ia menyukai perjumpaan dengan Allah. Sehingga Allah pun menyukai perjumpaan dengannya. Adapun orang kafir, ketika menghadapi sakaratul maut, ia akan diancam dengan azab dan hukuman Allah. Tidak ada sesuatu yang lebih ia benci dibanding apa yang akan menimpanya kelak. Sehingga ia membenci perjumpaan dengan Allah. Maka Allah pun membenci perjumpaan dengannya." [HR. Bukhari dan Muslim]
ูุงููู ุฃุนูู
… ูุจุงููู ุงูุชูููู ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู
ุญู
ุฏ ูุขูู ูุตุญุจู ูุณูู
๐ฅ Sumber: Artikel Tunasilmu.com
๐ Penulis: Ustadz Abdullah Zaen hafidzahullah
----------••♛♛♛••----------
๐ Permata Sunnah
๐ Web: http://permatasunnah.com
๐ฐ Donasi Dakwah Permata Sunnah
๐ง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| No. Rek: 0617861121
| An. Dedi Budika
| Kode Bank 427
๐ฑKonfirmasi: Pilih salah satu
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)
๐ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.
Komentar
Posting Komentar