Nasihat Kepada Pemerintah

๐Ÿ”— *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah

๐Ÿ’Œ *NASIHAT UNTUK PEMERINTAH KAUM MUSLIMIN {SERI 1}*

_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._

Dari *Abi Ruqayyah, Tamim bin Aus Ad-Daari* _radhiallahu 'anhu,_ dari *Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bahwasanya beliau bersabda:

ุงَู„ุฏِّูŠْู†ُ ุงู„ู†َّุตِูŠْุญَุฉُ، ุงู„ุฏِّูŠْู†ُ ุงู„ู†َّุตِูŠْุญَุฉُ، ุงู„ุฏِّูŠْู†ُ ุงู„ู†َّุตِูŠْุญَุฉُ، ู‚َุงู„ُูˆْุง: ู„ِู…َู†ْ ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ؟ ู‚َุงู„َ: ِู„ู„ู‡ِ، ูˆَู„ِูƒِุชَุงุจِู‡ِ، ูˆَู„ِุฑَุณُูˆْู„ِู‡ِ، ูˆَِู„ุฃَุฆِู…َّุฉِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ ุฃَูˆْ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ، ูˆَุนَุงู…َّุชِู‡ِู…ْ

_*"Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat."* Mereka (para sahabat) bertanya: *"Untuk siapa, wahai Rasulullah?" Rasulullah* shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: *"Untuk Allah, KitabNya, RasulNya, Imam kaum Muslimin atau Mukminin, dan bagi kaum Muslimin pada umumnya."*_ [HR. Muslim]

Kata ุฃَุฆِู€ู…َّุฉ (para pemimpin) jika diithlaqkan (digeneralisir/ tidak dibatasi), maksudnya adalah *pemimpin dalam urusan pemerintahan (pemerintah), dan bukan pemimpin dalam ilmu agama (Ulama), karena demikianlah istilah yang telah berlaku.*

Beda dengan kata *waliyyul amr,* yang sesungguhnya pada asalnya berarti pemimpin tertinggi kaum Muslimin sebab waliyyul amr pada zaman khulafaur rasyidin *(Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali _radhiallahu ‘anhum)_* dan di zaman *Mu’awiyah* _radhiallahu ‘anhu,_ mereka *memadukan antara kepiawaian dalam mengurusi perkara duniawi dengan pemahaman yang mumpuni terhadap agama.*

Adapun sesudah zaman mereka, para Ulama telah menjelaskan bahwa waliyyul amr terdiri dari dua unsur, *Ulama dan umara (pemerintah) masing-masing menangani hal-hal yang menjadi keahliannya. Pemerintah menangani perkara-perkara duniawi kaum Muslimin, sedangkan para Ulama, mereka menangani perkara agama umat manusia.* Demikianlah ceritanya bagaimana istilah waliyyul amr kemudian dipakai untuk Ulama dan pemerintah, hal itu dikarenakan tampuk pemerintahan di zaman *bani Umayah* dan *bani Abbas* dan era sesudah mereka, banyak dipegang oleh para raja yang bukan Ulama. [Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah, oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh, hal 58]

*Ibnu Hajar Al-Asqalani* menjelaskan bentuk nasihat kepada pemerintah: _*“Membantu mereka dalam mengemban amanat yang dibebankan kepadanya, mengingatkan mereka tatkala mereka lalai, menutupi kekurangan mereka tatkala keliru, menyatukan kalimat di bawah kepemimpinan mereka, mendekatkan hati yang menjauh dari mereka, dan merupakan nasihat yang paling agung bagi pemerintah melindungi mereka dengan baik dari kezaliman.”*_ [Fath Al-Bary, I/138]

Jadi, nasihat untuk pemerintah kaum Muslimin berarti *menunaikan hak-hak mereka yang telah diterangkan oleh Allah _Ta’ala_ dan RasulNya _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ dan itu mencakup berbagai hal,* antara lain:

*》 Meyakini kepemimpinan dan kepemerintahan mereka, barang siapa yang tidak berkeyakinan demikian berarti dia belum dianggap menasihati pemerintah,* karena orang yang tidak meyakini bahwa mereka adalah pemerintah, tidak mungkin dia akan mentaati perintah dan menjauhi larangan mereka. Maka kita harus meyakini kepemimpinan pemerintah, karena *Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,

ู…ู† ู…ุงุช ูˆู„ูŠุณ ููŠ ุนู†ู‚ู‡ ุจูŠุนุฉ ู…ุงุช ู…ูŠุชุฉ ุฌุงู‡ู„ูŠุฉ

_*“Barang siapa yang mati dalam keadaan tidak membaiat (pemerintah) mati sebagaimana matinya orang jahiliyah.”*_ [HR. Muslim, III/1478 no. 1851]. Barang siapa yang berkuasa atas kaum Muslimin walaupun dengan cara penaklukan, dia tetap dianggap pemimpin, entah dia berasal dari suku *Quraisy* maupun tidak.

*》 Menyebarkan kebaikan-kebaikan mereka di kalangan para rakyat, karena hal tersebut akan menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap pemerintah.* Jika telah mencintai pemerintah, niscaya mereka akan mudah untuk taat terhadap peraturan. Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang diperbuat oleh sebagian orang yang mempunyai hobi untuk menyebarkan aib-aib pemerintah dan menutup-nutupi atau pura-pura lupa akan kebaikan mereka, ini betul-betul perbuatan zalim dan ketidakadilan.

*》 Menaati pemerintah baik dalam hal-hal yang diperintahkan maupun yang dilarang, kecuali jika hal tersebut merupakan maksiat kepada Allah, sebab kita tidak boleh menaati makhluk dalam hal yang dilarang oleh Khaliq.* Perlu diketahui bahwa menaati pemerintah adalah merupakan suatu bentuk ibadah, dan bukan hanya sekedar untuk kepentingan politik. Dalilnya, *Allah* _Ta’ala_ telah memerintahkan hal itu,

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ْูƒُู…ْ

```“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amr di antara kalian.”``` [QS. An-Nisa: 59]

*Allah* _Ta’ala_ menjadikan hal itu dalam daftar perintah-perintahnya, *segala yang diperintahkan Allah _Ta’ala_ adalah ibadah.*

Perlu diingat bahwa bukan merupakan syarat ditaatinya pemerintah, sucinya mereka dari noda-noda maksiat. *Akan tetapi taatilah mereka meskipun mereka sendiri terjerumus ke dalam maksiat, sebab kita diperintahkan untuk taat kepada mereka meskipun mereka sendiri berbuat maksiat.* Taatilah mereka dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan agama kita, adapun jika memerintahkan hal-hal yang terlarang dalam agama, maka tidak perlu kita taati dalam hal itu saja.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…… ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ—ž️ ```Diringkas dari http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/agama-adalah-nasihat-3.html```

๐Ÿ–‹️ _Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc hafidzahullah_

*----------••♛♛♛••----------*

๐Ÿ’Ž *Permata Sunnah*
๐ŸŒ *Web:* http://permatasunnah.com

๐Ÿ’ฐ *Donasi Dakwah Permata Sunnah*
๐Ÿง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| *No. Rek: 0617861121*
| *An. Dedi Budika*
| Kode Bank 427
๐Ÿ“ฑKonfirmasi: _Pilih salah satu_
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐Ÿ”ฅ Berdusta Atas Nama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Hukum Warisan Dari Orang Tua Non Muslim

Apa Tujuan Diciptakan Manusia?