Mengusap Kepala Lebih Dari Sekali Saat Berwudhu

Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah

๐Ÿ“• 234 Kesalahan

๐Ÿšฑ KESALAHAN DALAM BERSUCI (SERI 3-TERAKHIR)

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Di antara kesalahan dalam bersuci berikutnya ialah:

》 Mengusap kepala lebih dari sekali.
Hal ini menyelisihi petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena beliau hanya satu kali mengusap kepala. Sebagaimana dalam hadis Ali tentang sifat wudhu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Ali berkata: "Dan beliau shallalllahu 'alaihi wa sallam mengusap kepalanya sekali." [Dikeluarkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasai dengan sanad yang shahih]

》 Mengusap tengkuk.
Ini adalah sebuah kesalahan, bahkan sebagian Ulama memasukkannya sebagai bid'ah. Karena tidak ada keterangan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Hadis-hadis tentang ini palsu dan mungkar.

》 Mengusap bagian bawah sepatu (khuf) atau kaos kaki.
Hal ini merupakan kesalahan dan kejahilan, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hanya mengusap bagian atas saja. Sebagaimana riwayat Imam Ahmad, dari Mughirah bin Syu'bah dia berkata: "Aku melihat Rasulullah mengusap bagian atas khufnya."

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, beliau berkata:

ู„َูˆْ ูƒَุงู†َ ุงู„ุฏِّูŠู†ُ ุจِุงู„ุฑَّุฃْู‰ِ ู„َูƒَุงู†َ ุฃَุณْูَู„ُ ุงู„ْุฎُูِّ ุฃَูˆْู„َู‰ ุจِุงู„ْู…َุณْุญِ ู…ِู†ْ ุฃَุนْู„ุงَู‡ُ ูˆَู‚َุฏْ ุฑَุฃَูŠْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠَู…ْุณَุญُ ุนَู„َู‰ ุธَุงู‡ِุฑِ ุฎُูَّูŠْู‡ِ

"Seandainya agama itu dengan logika semata, maka tentu bagian bawah khuf lebih pantas untuk diusap daripada bagian atasnya. Namun sungguh aku sendiri telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas khufnya." [HR. Abu Dawud]

》 Istinja (cebok) setelah buang angin.
Buang angin tidaklah mengharuskan istinja. Tetapi istinja dilakukan setelah buang air kecil dan buang air besar. Maka tidak disyariatkan bagi seseorang yang buang angin untuk beristinja sebelum berwudhu, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang karena tidak ada dalil syar'i yang menetapkan istinja setelah buang angin.

Dalil yang ada hanya menjelaskan bahwa buang angin adalah termasuk hadas yang mewajibkan untuk berwudhu. Imam Ahmad berkata: "Tidak ada ketetapan beristinja setelah buang angin di dalam Al-Quran maupun As-Sunnah, yang ada hanyalah berwudhu."

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…… ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

✒ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

๐Ÿ’ป Sumber: https://permatasunnah.com/kesalahan-dalam-bersuci-seri-3-terakhir/

----------••♛♛♛••----------

๐Ÿ’Ž Permata Sunnah
๐ŸŒ Web: http://permatasunnah.com

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah Permata Sunnah
๐Ÿง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| No. Rek: 0617861121
| An. Dedi Budika
| Kode Bank 427
๐Ÿ“ฑKonfirmasi: Pilih salah satu
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐Ÿ”ฅ Berdusta Atas Nama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Hukum Warisan Dari Orang Tua Non Muslim

Apa Tujuan Diciptakan Manusia?