Menambah Sayyidina dalam Sholawat dan Hukum Qunut Subuh

๐Ÿ”— *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah

✉️ _Soal Jawab_

๐Ÿ’ฌ *MENAMBAH SAYYIDINA DALAM SHALAWAT DAN HUKUM QUNUT SUBUH*

Bismillah
Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barokatuh.

Hamba Allah dari PSI 2

*PERTANYAAN:*
Ustadz.. apa hukum menambah "sayyidina" dalam shalawat di dalam shalat? Dan ada juga ana dengar semasa dalam shalat Subuh semasa qunut Subuh.

*JAWABAN:*

ูˆุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

Allahu a'lam, dalam masalah ini terjadi khilaf di kalangan Ulama namun yang rajih insya Allah yaitu *tanpa tambahan "sayyidina" karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa ibadah itu dibangun atas di atas ittiba atau mengikuti tuntunan Rasulullah* _shallallahu 'alaihi wa sallam._

*Tidak boleh ditambah sedikitpun dalam ibadah dari apa yang telah disyariatkan oleh Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa sallam._ Dan di antara shalawat yang paling shahih dan masyhur yang telah dicontohkan adalah lafaz yang disampaikan dalam hadis *Ka’ab bin Ujrah* _radhiallahu 'anhu_ yang berbunyi:

*ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูƒَู…َุง ุตَู„َّูŠْุชَ ุนَู„َู‰ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ؛ ุฅِู†َّูƒَ ุญَู…ِูŠْุฏٌ ู…َّุฌِูŠْุฏٌ. ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูƒَู…َุง ุจَุงุฑَูƒْุชَ ุนَู„َู‰ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ؛ ุฅِู†َّูƒَ ุญَู…ِูŠْุฏٌ ู…َّุฌِูŠْุฏٌ*

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Oleh karena itu, di dalam shalat, hendaknya kita mencukupkan yang sudah diajarkan *Nabi* _shallallahu ‘alaihi wa sallam,_ sehingga tidak membaca shalawat dalam shalat kecuali yang sudah ada dalam hadis-hadis yang shahih dalam permasalahan tersebut. *Dan ucapan "sayyidina" dalam shalat kami belum temukan dalam riwayat dari para Sahabat dan Tabi’in.*

Adapun masalah qunut, ini juga masalah yang diperselisihkan dikalangan Ulama kita. Namun *pendapat yang rajih (kuat) bahwa qunut Subuh itu bid'ah.* Ini berdasarkan dalil dari *Abi Malik Al-Asyja’i,* ia berkata kepada ayahnya: _“Wahai ayahku, sesungguhnya engkau pernah *shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di belakang Abu Bakar, Umar, Utsman dan di belakang Ali di daerah Qufah sini kira-kira selama lima tahun, apakah qunut Subuh terus-menerus?”* Ia jawab: *"Wahai anakku qunut Subuh itu bid’ah!!"*_ [HR. Tirmidzi]

Wallahu a'lam.

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ” _Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah_

๐Ÿ’ป *Sumber:* https://permatasunnah.com/menambah-sayyidina-dalam-shalawat-dan-hukum-qunut-subuh/

*----------••♛♛♛••----------*

๐Ÿ’Ž *Permata Sunnah*
๐ŸŒ *Web:* http://permatasunnah.com

๐Ÿ’ฐ *Donasi Dakwah Permata Sunnah*
๐Ÿง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| *No. Rek: 0617861121*
| *An. Dedi Budika*
| Kode Bank 427
๐Ÿ“ฑKonfirmasi: _Pilih salah satu_
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐Ÿ”ฅ Berdusta Atas Nama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Hukum Warisan Dari Orang Tua Non Muslim

Apa Tujuan Diciptakan Manusia?