Larangan Berburuk Sangka
๐ *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah
✂️ *BEBERAPA KESALAHAN YANG WAJIB DIJAUHI PENUNTUT ILMU*
_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._
*ⓐ Hasad (dengki/iri)*
Hasad adalah *benci, tidak suka atas nikmat apapun yang Allah berikan kepada orang lain.* Bukanlah hasad itu berharap hilangnya nikmat *Allah* dari orang lain bahkan sekedar bencinya seseorang atas nikmat yang *Allah* berikan kepada orang lain itupun termasuk hasad. Baik berharap akan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain ataupun nikmat itu tetap ada namun dia benci atasnya.
Sebagaimana yang diteliti, disimpulkan oleh *Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah* _rahimahullah._ Beliau mengatakan: _*“Hasad adalah seseorang benci, tidak suka atas nikmat apapun yang Allah berikan kepada selain dirinya.”*_
```》Beberapa tanda hasad, yaitu:```
• Senang dengan kesalahan temannya.
• Senang dengan ketidakhadiran temannya.
• Senang dan merasa puas jika temannya dicela.
• Menjelekkan temannya apabila ditanya tentangnya.
• Hatinya akan terasa sakit dan dadanya terasa sempit apabila temannya ditanya padahal ia ada.
• Tidak menghargai manfaat atau ilmu yang dimiliki temannya.
• Mencoba menyalahkan atau mengkritik temannya apabila temannya menjawab.
```》Dampak buruk dari sikap hasad.```
• Dia membenci apa yang telah ditetapkan oleh *Allah.*
• Sesungguhnya hasad akan memakan kebaikan-kebaikannya sebagaimana api memakan kayu bakar.
• Hatinya akan terus sedih dan panas.
• Orang yang hasad serupa dengan orang Yahudi.
• Hasad dapat menghilangkan kesempurnaan iman.
• Hasad dapat mengakibatkan seseorang lalai dari memohon kepada *Allah* akan karuniaNya.
• Hasad merupakan akhlak yang tercela.
• Sesungguhnya orang yang dihasad akan mengambil kebaikan orang yang menghasad pada hari kiamat kelak.
*ⓑ Berfatwa tanpa ilmu*
ََููุง ุชَُُููููุงْ ِูู َุง ุชَุตُِู ุฃَูุۡณَِูุชُُูู ُ ูฑَููุۡฐِุจَ َٰูุฐَุง ุญٌََٰูู ََّٰููุฐَุง ุญَุฑَุงู ٌ ِّูุชَูุۡชَุฑُูุงْ ุนََูู ูฑَِّููู ูฑَููุۡฐِุจَۚ ุฅَِّู ูฑَّูุฐَِูู َููุۡชَุฑَُูู ุนََูู ูฑَِّููู ูฑَููุۡฐِุจَ َูุง ُِูููุۡญَُูู
```"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta 'ini halal dan ini haram,' untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung."``` [QS. An-Nahl: 116-117]
Untuk itu sebagai seorang penuntut ilmu *jika ditanya sesuatu yang tidak diketahui jangan malu untuk mengatakan tidak tahu. Ibnu Mas’ud* _radhiallahu ‘anhu_ mengatakan,
ูุฅู ู ู ุงูุนูู ุฃู ูููู ูู ุง ูุง ูุนูู ุงููู ุฃุนูู
_*"Sesungguhnya termasuk bagian dari ilmu adalah mengatakan Allahu A’lam atas apa-apa yang tidak diketahui."*_
Bahkan perkataan _“Aku tidak tahu”_ merupakan sebagian dari ilmu.
*ⓒ Kibr (sombong)*
Definisi sombong yang paling tepat adalah sebagaimana yang disabdakan *Rasulullah, _Menolak kebenaran dan meremehkan manusia._* [HR. Muslim kitabul iman bab haramnya sombong dan penjelasannya]
Seorang penuntut ilmu *haruslah tunduk kepada kebenaran, haruslah menerima dan wajib rujuk kepada kebenaran.*
*ⓓ Fanatik kepada mazhab dan pendapat*
Di antara kesalahan besar yang hendaknya dihindari penuntut ilmu adalah *berta’ashub pada suatu mazhab, pendapat atau Masyayikh tertentu.* Yang dengannya ia berwala’ (loyal) dan bara’ (berlepas diri). *Menganggap mazhab atau Masyayikhnya saja yang di atas ilmu dan kebenaran sedang yang lain jahil, ahli bid’ah dan perkataan jelek lainnya.* Sehingga terjadilah saling mencela dan menghujat di antara penuntut ilmu.
Hendaknya penuntut ilmu menghindari dari hal-hal yang demikian *karena hal tersebut akan melemahkan barisan kaum Muslimin sendiri. Allah* _Ta'ala_ berfirman,
َูุฃَุทِูุนُูุงْ ุงَّููู َูุฑَุณَُُููู َููุงَ ุชََูุงุฒَุนُูุงْ َูุชَْูุดَُููุงْ َูุชَุฐَْูุจَ ุฑِูุญُُูู ْ َูุงุตْุจِุฑُูุงْ ุฅَِّู ุงَّููู ู َุนَ ุงูุตَّุงุจِุฑَِูู
```"Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."``` [QS. Al-Anfaal: 46]
*ⓔ Merasa alim (mampu) sebelum layak*
Jika ada seseorang yang suka tampil sebelum memiliki keahlian pada urusan tersebut, *hal ini menunjukkan atas beberapa hal:*
• Ujub pada diri sendiri dengan merasa dirinya seorang alim.
• Menunjukkan kurangnya pemahaman dan pengetahuan atas masalah-masalah yang terjadi.
• Berkata atas (agama) *Allah* sesuatu yang ia tidak ketahui.
• Kebanyakan sulit menerima kebenaran karena jika sudah merasa alim merasa rendah jika harus mengakui kebenaran ada di pihak orang lain.
*ⓕ Selalu berburuk sangka*
*Tidak seyogyanya seorang penuntut ilmu selalu berburuk sangka dengan yang lainnya* apalagi pada orang-orang yang berilmu dan dikenal baik agamanya. *Allah* _Ta'ala_ berfirman,
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ุงุฌْุชَِูุจُูุง َูุซِูุฑุงً ู َِّู ุงูุธَِّّู ุฅَِّู ุจَุนْุถَ ุงูุธَِّّู ุฅِุซْู ٌ
```"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa."``` [QS. Al-Hujurat: 12]
*ⓖ Bertengkar dan debat kusir*
*Hindari debat kusir yang tidak bermanfaat,* walaupun kita menang bisa jadi dia menolak kebenaran karena gengsi kalah padahal dia mengakui kebenaran telah datang. *Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda:
ู َْู ุชَุฑََู ุงْูู ِุฑَุงุกَ ََُููู ู ُุจْุทٌِู ุจََูู ุงُููู َُูู ุจَْูุชًุง ِูู ุฑَุจَุถِ ุงْูุฌََّูุฉِ ู َْู ุชَุฑََู ุงْูู ِุฑَุงุกَ ََُููู ู ُุญٌِّู ุจََูู ุงُููู َُูู ุจَْูุชًุง ِูู ุฃَุนَْูู ุงْูุฌََّูุฉِ
_*"Barang siapa yang meninggalkan perdebatan sementara ia berada di atas kebatilan, maka Allah akan bangunkan sebuah rumah baginya di pinggiran Surga. Dan barang siapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas Surga."*_ [Shahih At-Targib wat Tarhib, jilid 1, no. 138]
ูุงููู ุฃุนูู … ูุจุงููู ุงูุชูููู ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู ุญู ุฏ ูุขูู ูุตุญุจู ูุณูู
๐ _Diringkas dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu.” Penulis Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafidzahullah._
*----------••♛♛♛••----------*
๐ *Permata Sunnah*
๐ *Web:* http://permatasunnah.com
๐ฐ *Donasi Dakwah Permata Sunnah*
๐ง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| *No. Rek: 0617861121*
| *An. Dedi Budika*
| Kode Bank 427
๐ฑKonfirmasi: _Pilih salah satu_
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)
๐ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.
✂️ *BEBERAPA KESALAHAN YANG WAJIB DIJAUHI PENUNTUT ILMU*
_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._
*ⓐ Hasad (dengki/iri)*
Hasad adalah *benci, tidak suka atas nikmat apapun yang Allah berikan kepada orang lain.* Bukanlah hasad itu berharap hilangnya nikmat *Allah* dari orang lain bahkan sekedar bencinya seseorang atas nikmat yang *Allah* berikan kepada orang lain itupun termasuk hasad. Baik berharap akan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain ataupun nikmat itu tetap ada namun dia benci atasnya.
Sebagaimana yang diteliti, disimpulkan oleh *Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah* _rahimahullah._ Beliau mengatakan: _*“Hasad adalah seseorang benci, tidak suka atas nikmat apapun yang Allah berikan kepada selain dirinya.”*_
```》Beberapa tanda hasad, yaitu:```
• Senang dengan kesalahan temannya.
• Senang dengan ketidakhadiran temannya.
• Senang dan merasa puas jika temannya dicela.
• Menjelekkan temannya apabila ditanya tentangnya.
• Hatinya akan terasa sakit dan dadanya terasa sempit apabila temannya ditanya padahal ia ada.
• Tidak menghargai manfaat atau ilmu yang dimiliki temannya.
• Mencoba menyalahkan atau mengkritik temannya apabila temannya menjawab.
```》Dampak buruk dari sikap hasad.```
• Dia membenci apa yang telah ditetapkan oleh *Allah.*
• Sesungguhnya hasad akan memakan kebaikan-kebaikannya sebagaimana api memakan kayu bakar.
• Hatinya akan terus sedih dan panas.
• Orang yang hasad serupa dengan orang Yahudi.
• Hasad dapat menghilangkan kesempurnaan iman.
• Hasad dapat mengakibatkan seseorang lalai dari memohon kepada *Allah* akan karuniaNya.
• Hasad merupakan akhlak yang tercela.
• Sesungguhnya orang yang dihasad akan mengambil kebaikan orang yang menghasad pada hari kiamat kelak.
*ⓑ Berfatwa tanpa ilmu*
ََููุง ุชَُُููููุงْ ِูู َุง ุชَุตُِู ุฃَูุۡณَِูุชُُูู ُ ูฑَููุۡฐِุจَ َٰูุฐَุง ุญٌََٰูู ََّٰููุฐَุง ุญَุฑَุงู ٌ ِّูุชَูุۡชَุฑُูุงْ ุนََูู ูฑَِّููู ูฑَููุۡฐِุจَۚ ุฅَِّู ูฑَّูุฐَِูู َููุۡชَุฑَُูู ุนََูู ูฑَِّููู ูฑَููุۡฐِุจَ َูุง ُِูููุۡญَُูู
```"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta 'ini halal dan ini haram,' untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung."``` [QS. An-Nahl: 116-117]
Untuk itu sebagai seorang penuntut ilmu *jika ditanya sesuatu yang tidak diketahui jangan malu untuk mengatakan tidak tahu. Ibnu Mas’ud* _radhiallahu ‘anhu_ mengatakan,
ูุฅู ู ู ุงูุนูู ุฃู ูููู ูู ุง ูุง ูุนูู ุงููู ุฃุนูู
_*"Sesungguhnya termasuk bagian dari ilmu adalah mengatakan Allahu A’lam atas apa-apa yang tidak diketahui."*_
Bahkan perkataan _“Aku tidak tahu”_ merupakan sebagian dari ilmu.
*ⓒ Kibr (sombong)*
Definisi sombong yang paling tepat adalah sebagaimana yang disabdakan *Rasulullah, _Menolak kebenaran dan meremehkan manusia._* [HR. Muslim kitabul iman bab haramnya sombong dan penjelasannya]
Seorang penuntut ilmu *haruslah tunduk kepada kebenaran, haruslah menerima dan wajib rujuk kepada kebenaran.*
*ⓓ Fanatik kepada mazhab dan pendapat*
Di antara kesalahan besar yang hendaknya dihindari penuntut ilmu adalah *berta’ashub pada suatu mazhab, pendapat atau Masyayikh tertentu.* Yang dengannya ia berwala’ (loyal) dan bara’ (berlepas diri). *Menganggap mazhab atau Masyayikhnya saja yang di atas ilmu dan kebenaran sedang yang lain jahil, ahli bid’ah dan perkataan jelek lainnya.* Sehingga terjadilah saling mencela dan menghujat di antara penuntut ilmu.
Hendaknya penuntut ilmu menghindari dari hal-hal yang demikian *karena hal tersebut akan melemahkan barisan kaum Muslimin sendiri. Allah* _Ta'ala_ berfirman,
َูุฃَุทِูุนُูุงْ ุงَّููู َูุฑَุณَُُููู َููุงَ ุชََูุงุฒَุนُูุงْ َูุชَْูุดَُููุงْ َูุชَุฐَْูุจَ ุฑِูุญُُูู ْ َูุงุตْุจِุฑُูุงْ ุฅَِّู ุงَّููู ู َุนَ ุงูุตَّุงุจِุฑَِูู
```"Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."``` [QS. Al-Anfaal: 46]
*ⓔ Merasa alim (mampu) sebelum layak*
Jika ada seseorang yang suka tampil sebelum memiliki keahlian pada urusan tersebut, *hal ini menunjukkan atas beberapa hal:*
• Ujub pada diri sendiri dengan merasa dirinya seorang alim.
• Menunjukkan kurangnya pemahaman dan pengetahuan atas masalah-masalah yang terjadi.
• Berkata atas (agama) *Allah* sesuatu yang ia tidak ketahui.
• Kebanyakan sulit menerima kebenaran karena jika sudah merasa alim merasa rendah jika harus mengakui kebenaran ada di pihak orang lain.
*ⓕ Selalu berburuk sangka*
*Tidak seyogyanya seorang penuntut ilmu selalu berburuk sangka dengan yang lainnya* apalagi pada orang-orang yang berilmu dan dikenal baik agamanya. *Allah* _Ta'ala_ berfirman,
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ุงุฌْุชَِูุจُูุง َูุซِูุฑุงً ู َِّู ุงูุธَِّّู ุฅَِّู ุจَุนْุถَ ุงูุธَِّّู ุฅِุซْู ٌ
```"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa."``` [QS. Al-Hujurat: 12]
*ⓖ Bertengkar dan debat kusir*
*Hindari debat kusir yang tidak bermanfaat,* walaupun kita menang bisa jadi dia menolak kebenaran karena gengsi kalah padahal dia mengakui kebenaran telah datang. *Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda:
ู َْู ุชَุฑََู ุงْูู ِุฑَุงุกَ ََُููู ู ُุจْุทٌِู ุจََูู ุงُููู َُูู ุจَْูุชًุง ِูู ุฑَุจَุถِ ุงْูุฌََّูุฉِ ู َْู ุชَุฑََู ุงْูู ِุฑَุงุกَ ََُููู ู ُุญٌِّู ุจََูู ุงُููู َُูู ุจَْูุชًุง ِูู ุฃَุนَْูู ุงْูุฌََّูุฉِ
_*"Barang siapa yang meninggalkan perdebatan sementara ia berada di atas kebatilan, maka Allah akan bangunkan sebuah rumah baginya di pinggiran Surga. Dan barang siapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas Surga."*_ [Shahih At-Targib wat Tarhib, jilid 1, no. 138]
ูุงููู ุฃุนูู … ูุจุงููู ุงูุชูููู ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู ุญู ุฏ ูุขูู ูุตุญุจู ูุณูู
๐ _Diringkas dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu.” Penulis Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafidzahullah._
*----------••♛♛♛••----------*
๐ *Permata Sunnah*
๐ *Web:* http://permatasunnah.com
๐ฐ *Donasi Dakwah Permata Sunnah*
๐ง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| *No. Rek: 0617861121*
| *An. Dedi Budika*
| Kode Bank 427
๐ฑKonfirmasi: _Pilih salah satu_
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)
๐ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.
Komentar
Posting Komentar