Hijab Itu Kewajiban Bukan Pilihan
Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah
MODE-MODE DALAM BERHIJAB
Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.
Saudariku, tidakkah kau perhatikan pada akhir zaman ini sudah banyak yang menggunakan hijab? Dari kalangan anak kecil sampai orang tua semua tau tentang hijab, namun apakah motif kita dalam menggunakan hijab tersebut? Ingin syar’i tapi tetap modern? Ingin syar’i tapi tetap cantik? Atau bahkan, dengan menggunakan hijab jadi tambah cantik?
Namun itu semua hanyalah syubhat saja, tulisan ini akan menepis segala syubhat mengenai mode dalam berhijab, berikut pemaparannya.
Sebagian Muslimah yang tidak berhijab mengulang-ulang syubhat yang intinya, tidak ada yang disebut hijab secara hakiki, ia sekedar mode. Maka, jika itu hanya mode, kenapa harus dipaksakan untuk mengenakannya? Mereka lalu menyebutkan beberapa kenyataan serta penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian ukhti berhijab yang pernah mereka saksikan.
Sebelum membantah syubhat ini, kami perlu mengetengahkan enam macam alasan yang karenanya seorang ukhti mengenakan hijab.
1). Ia berhijab untuk menutupi sebagian cacat tubuh yang dideritanya.
2). Ia berhijab untuk bisa mendapat jodoh.
Sebab sebagian besar pemuda, yang taat menjalankan syariat agama atau tidak, selalu mengutamakan wanita yang berhijab.
3). Ia berhijab untuk mengelabui orang lain bahwa dirinya orang baik-baik.
Padahal, ia sebenarnya suka melanggar syariat Allah. Dengan berhijab, maka keluarganya akan percaya terhadap keshalihannya, orang tidak ragu-ragu tentangnya. Akhirnya, dia bisa bebas keluar rumah kapan dan kemana dia suka, dan tidak akan ada seorang pun yang menghalanginya.
4). Ia memakai hijab untuk mengikuti mode, hal ini lazim disebut dengan “Hijab ala Prancis.”
Mode itu biasanya menampakkan sebagian jalinan rambutnya, memperlihatkan bagian atas dadanya, memakai rok hingga pertengahan betis, memperlihatkan lekuk tubuhnya. Terkadang memakai kain tipis sekali sehingga tampak jelas warna kulitnya, kadang-kadang juga memakai celana panjang.
Untuk melengkapi mode tersebut, ia memoles wajahnya dengan berbagai macam make up, juga menyemprotkan parfum, sehingga menebar bau harum pada setiap orang yang dilewatinya. Dia menolak syariat Allah, yakni perintah mengenakan hijab.
Selanjutnya lebih mengutamakan mode-mode buatan manusia. Seperti Christian Dior, Valentino, Saint Lauren dan merek nama orang-orang kafir yang dimurkai Allah lainnya.
5). Ia berhijab karena paksaan dari kedua orang tuanya yang mendidiknya secara keras di bidang agama, atau karena keluarganya semua berhijab sehingga ia terpaksa menggunakannya padahal dalam hatinya ia tidak suka.
Jika tidak mengenakannya, ia takut akan mendapatkan teguran dan hardikan dari keluarganya.
6). Ia mengenakan hijab karena mengikuti aturan syariat.
Ia percaya bahwa hijab adalah wajib, sehingga ia takut melepaskannya. Ia berhijab hanya karena mengaharap ridha Allah, tidak karena makhluk.
Wanita berhijab jenis keenam ini, akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan berhijab, di antaranya:
ⓐ Hijab itu longgar, sehingga tidak menampakkan lekuk-lekuk tubuh (tubuh bukan hanya kepala).
ⓑ Tebal, hingga tidak kelihatan sedikit pun bagian tubuhnya.
ⓒ Tidak memakai wangi-wangian.
ⓓ Tidak meniru mode pakaian wanita-wanita kafir sehingga Muslimah memiliki identitas pakaian yang dikenal.
ⓔ Tidak memilih warna kain yang kontras (menyala) sehingga menjadi pusat perhatian orang.
ⓕ Hendaknya menutupi seluruh tubuh, selain wajah dan kedua telapak tangan, menurut suatu pendapat, atau menutupi seluruh tubuh dan yang tampak hanya mata, menurut pendapat yang lain.
ⓖ Hendaknya tidak menyerupai pakaian laki-laki sehingga hal ini dilarang oleh syara’.
ⓗ Tidak memakai pakaian yang sedang menjadi mode dengan tujuan pamer sehingga ia terjerumus kepada sifat membanggakan diri yang dilarang oleh agama. [Kitab Hijab Al-Mar’ah Al-Muslimah fi Al-Kitab wa As-Sunnah. Karya Al-Albani rahimahullah]
Selain berhijab yang disebutkan terakhir, maka alasan-alasan (poin 1-5) mengenakan hijab adalah KELIRU dan bukan karena mengharap ridha Allah. Ini bukan berarti, tidak ada orang yang menginginkan ridha Allah dalam berhijab. Berhijablah sesuai dengan batas-batas yang ditentukan syariat sehingga Anda termasuk dalam golongan wanita yang berhijab karena mencari ridha Allah dan takut akan murkaNya.
Saudariku, pakaian bermode itu boleh kau pakai asal di depan mahrammu, karena dirimu terlalu berharga untuk dinikmati oleh sembarangan mata. Tidakkah kita berpikir bahwa sesuatu yang amat berharga itu pantas dipertontonkan di muka umum? Tentulah tidak wahai Saudariku.
📒 Sumber: Ila Ukhti Ghairil Muhajjabah Mal Mani’ Minal Hijab? (Saudariku, Apa yang Menghalangimu Berhijab ?) Karya Abdul Hamid Al-Hilali.
----------••♛♛♛••----------
💎 Permata Sunnah
🌐 Web: http://permatasunnah.com
💰 Donasi Dakwah Permata Sunnah
🏧 Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| No. Rek: 0617861121
| An. Dedi Budika
| Kode Bank 427
📱Konfirmasi: Pilih salah satu
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)
📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.
MODE-MODE DALAM BERHIJAB
Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.
Saudariku, tidakkah kau perhatikan pada akhir zaman ini sudah banyak yang menggunakan hijab? Dari kalangan anak kecil sampai orang tua semua tau tentang hijab, namun apakah motif kita dalam menggunakan hijab tersebut? Ingin syar’i tapi tetap modern? Ingin syar’i tapi tetap cantik? Atau bahkan, dengan menggunakan hijab jadi tambah cantik?
Namun itu semua hanyalah syubhat saja, tulisan ini akan menepis segala syubhat mengenai mode dalam berhijab, berikut pemaparannya.
Sebagian Muslimah yang tidak berhijab mengulang-ulang syubhat yang intinya, tidak ada yang disebut hijab secara hakiki, ia sekedar mode. Maka, jika itu hanya mode, kenapa harus dipaksakan untuk mengenakannya? Mereka lalu menyebutkan beberapa kenyataan serta penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian ukhti berhijab yang pernah mereka saksikan.
Sebelum membantah syubhat ini, kami perlu mengetengahkan enam macam alasan yang karenanya seorang ukhti mengenakan hijab.
1). Ia berhijab untuk menutupi sebagian cacat tubuh yang dideritanya.
2). Ia berhijab untuk bisa mendapat jodoh.
Sebab sebagian besar pemuda, yang taat menjalankan syariat agama atau tidak, selalu mengutamakan wanita yang berhijab.
3). Ia berhijab untuk mengelabui orang lain bahwa dirinya orang baik-baik.
Padahal, ia sebenarnya suka melanggar syariat Allah. Dengan berhijab, maka keluarganya akan percaya terhadap keshalihannya, orang tidak ragu-ragu tentangnya. Akhirnya, dia bisa bebas keluar rumah kapan dan kemana dia suka, dan tidak akan ada seorang pun yang menghalanginya.
4). Ia memakai hijab untuk mengikuti mode, hal ini lazim disebut dengan “Hijab ala Prancis.”
Mode itu biasanya menampakkan sebagian jalinan rambutnya, memperlihatkan bagian atas dadanya, memakai rok hingga pertengahan betis, memperlihatkan lekuk tubuhnya. Terkadang memakai kain tipis sekali sehingga tampak jelas warna kulitnya, kadang-kadang juga memakai celana panjang.
Untuk melengkapi mode tersebut, ia memoles wajahnya dengan berbagai macam make up, juga menyemprotkan parfum, sehingga menebar bau harum pada setiap orang yang dilewatinya. Dia menolak syariat Allah, yakni perintah mengenakan hijab.
Selanjutnya lebih mengutamakan mode-mode buatan manusia. Seperti Christian Dior, Valentino, Saint Lauren dan merek nama orang-orang kafir yang dimurkai Allah lainnya.
5). Ia berhijab karena paksaan dari kedua orang tuanya yang mendidiknya secara keras di bidang agama, atau karena keluarganya semua berhijab sehingga ia terpaksa menggunakannya padahal dalam hatinya ia tidak suka.
Jika tidak mengenakannya, ia takut akan mendapatkan teguran dan hardikan dari keluarganya.
6). Ia mengenakan hijab karena mengikuti aturan syariat.
Ia percaya bahwa hijab adalah wajib, sehingga ia takut melepaskannya. Ia berhijab hanya karena mengaharap ridha Allah, tidak karena makhluk.
Wanita berhijab jenis keenam ini, akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan berhijab, di antaranya:
ⓐ Hijab itu longgar, sehingga tidak menampakkan lekuk-lekuk tubuh (tubuh bukan hanya kepala).
ⓑ Tebal, hingga tidak kelihatan sedikit pun bagian tubuhnya.
ⓒ Tidak memakai wangi-wangian.
ⓓ Tidak meniru mode pakaian wanita-wanita kafir sehingga Muslimah memiliki identitas pakaian yang dikenal.
ⓔ Tidak memilih warna kain yang kontras (menyala) sehingga menjadi pusat perhatian orang.
ⓕ Hendaknya menutupi seluruh tubuh, selain wajah dan kedua telapak tangan, menurut suatu pendapat, atau menutupi seluruh tubuh dan yang tampak hanya mata, menurut pendapat yang lain.
ⓖ Hendaknya tidak menyerupai pakaian laki-laki sehingga hal ini dilarang oleh syara’.
ⓗ Tidak memakai pakaian yang sedang menjadi mode dengan tujuan pamer sehingga ia terjerumus kepada sifat membanggakan diri yang dilarang oleh agama. [Kitab Hijab Al-Mar’ah Al-Muslimah fi Al-Kitab wa As-Sunnah. Karya Al-Albani rahimahullah]
Selain berhijab yang disebutkan terakhir, maka alasan-alasan (poin 1-5) mengenakan hijab adalah KELIRU dan bukan karena mengharap ridha Allah. Ini bukan berarti, tidak ada orang yang menginginkan ridha Allah dalam berhijab. Berhijablah sesuai dengan batas-batas yang ditentukan syariat sehingga Anda termasuk dalam golongan wanita yang berhijab karena mencari ridha Allah dan takut akan murkaNya.
Saudariku, pakaian bermode itu boleh kau pakai asal di depan mahrammu, karena dirimu terlalu berharga untuk dinikmati oleh sembarangan mata. Tidakkah kita berpikir bahwa sesuatu yang amat berharga itu pantas dipertontonkan di muka umum? Tentulah tidak wahai Saudariku.
والله أعلم... وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
📒 Sumber: Ila Ukhti Ghairil Muhajjabah Mal Mani’ Minal Hijab? (Saudariku, Apa yang Menghalangimu Berhijab ?) Karya Abdul Hamid Al-Hilali.
----------••♛♛♛••----------
💎 Permata Sunnah
🌐 Web: http://permatasunnah.com
💰 Donasi Dakwah Permata Sunnah
🏧 Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| No. Rek: 0617861121
| An. Dedi Budika
| Kode Bank 427
📱Konfirmasi: Pilih salah satu
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)
📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.
Komentar
Posting Komentar