Etika Menasehati Pemerintah

๐Ÿ”— *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah

๐Ÿ’Œ *NASIHAT UNTUK PEMERINTAH KAUM MUSLIMIN {SERI 2}*

_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._

Nasihat untuk pemerintah kaum Muslimin berarti menunaikan hak-hak mereka yang telah diterangkan oleh *Allah* _Ta’ala_ dan *RasulNya* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ dan itu mencakup berbagai hal, antara lain:

*》 Berusaha menutupi aib-aib mereka semampunya.* Bukan termasuk nasihat jika kita membeberkan aib-aib mereka, karena itu hanya akan menjadikan hati rakyat dipenuhi dengan rasa benci, dengki dan jengkel terhadap pemerintah.

Jika hati telah dipenuhi dengan penyakit-penyakit tersebut di atas, *akibatnya yang akan muncul adalah sikap durhaka*. Bahkan mungkin pemberontakan terhadap pemerintah, yang mana hal itu akan menimbulkan kerusakan dan keburukan yang *Allah* Maha Mengetahuinya.

*Nasihat tersebut harus disampaikan dengan lemah lembut dan kata-kata yang sopan,* karena rata-rata tipe pemerintah merasa berat untuk menerima nasihat, *kecuali jika disampaikan dengan penuh kelembutan.* Sampai orang biasa pun kebanyakan mereka susah menerima nasihat, *kecuali jika disampaikan dengan cara yang baik*.

Sebab jika nasihat itu disampaikan dengan kata-kata yang kasar, *niscaya akan menyebabkan ditolaknya nasihat, padahal kita menginginkan kebaikan dari mereka*. Di dalam wasiat *Allah* _Ta’ala_ kepada *Nabi Musa* dan *Harun* _‘alaihimassalam_ tatkala akan mendatangi raja *Firaun* yang lalim, terdapat suri teladan yang bagus sekali untuk kita semua,

ูَู‚ُูˆู„ุง ู„َู‡ُ ู‚َูˆْู„ุงً ู„َูŠِّู†ุงً ู„َุนَู„َّู‡ُ ูŠَุชَุฐَูƒَّุฑُ ุฃَูˆْ ูŠَุฎْุดَู‰

```“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”``` [QS. Thaha: 44]

*Nasihat itu harus disampaikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan tidak di depan umum* karena pada asalnya yang namanya nasihat (baik itu untuk pemerintah maupun yang lainnya) harus disampaikan dengan sembunyi-sembunyi.

Beda halnya dengan *Al-Inkar (pengingkaran)* yang disebutkan dalam hadis *Abu Sa’id Al-Khudri:* _“Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaklah ia mengingkarinya dengan tangannya.”_ [HR. Muslim no. 49 dan 78]

Yang pada asalnya pengingkaran itu dilakukan di depan umum. *Adapun nasihat, maka pada asalnya disampaikan secara sembunyi-sembunyi.* Maksud dari menyampaikan nasihat kepada pemerintah secara sembunyi-sembunyi adalah *penyampaian nasihat itu tidak diketahui kecuali oleh orang yang menyampaikannya, serta dia tidak berusaha menyebarluaskan kepada orang lain* bahwa ia telah melakukan ini dan itu sebab justru hal itu mungkin akan merusak maksud dari nasihat tersebut, bahkan mungkin malah menyebabkan si pemerintah enggan menerimanya, *karena sudah terlanjur tersebar bahwa sang pemerintah telah dinasihati, dan lain sebagainya.*

Etika seperti ini telah diterangkan sejak empat belas abad yang lalu oleh panutan kita _shallallahu ‘alaihi wa sallam: *“Barang siapa yang ingin menyampaikan nasihat kepada penguasa, hendaknya jangan menyampaikannya di depan umum, akan tetapi genggamlah tangannya dan menyendirilah dengannya. Jika ia mau menerima nasihat tersebut, maka itulah (yang diharapkan), jika tidak maka sesungguhnya ia telah melaksanakan kewajibannya.”*_ [HR. Ahmad, III/403]

Para sahabat *Nabi* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ berusaha untuk menerapkan petuah beliau. *Ibnu Abbas* _radhiallahu ‘anhuma_ pernah ditanya: _*"Bolehkah aku mengingkari (kesalahan) pemerintah di depan umum?"*_ Beliau menjawab: _*“Jangan! Akan tetapi sampaikanlah secara sembunyi-sembunyi.”*_ [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, XV/75]

Di dalam *Shahih Bukhari* diceritakan, _“Suatu saat *Usamah bin Zaid* radhiallahu ‘anhuma pernah didatangi oleh sekelompok orang, lantas mereka berkata: *“Nasihatilah Utsman! tidakkah engkau melihat kondisi kita saat ini?”*_ Beliaupun menjawab: _*“Adapun aku, demi Allah, tidak ingin membuka pintu fitnah, sesungguhnya aku telah menasihatinya secara sembunyi-sembunyi.”*_ [HR. Bukhari 7098 dan Muslim IV/2290]

Dalil-dalil tersebut di atas menunjukkan bahwa nasihat kepada pemerintah harus disampaikan secara sembunyi-sembunyi. Jika ada yang berkata, _*“Mustahil bisa masuk ke kantor Presiden dan menyampaikan nasihat secara sembunyi-sembunyi kepadanya?”*_ Kita katakan, _*"Tulislah surat kepadanya, atau sampaikan nasihat tersebut lewat orang dekatnya, kalau tidak bisa juga, Allah* Ta’ala telah berfirman:"_

ู„ุง ูŠُูƒَู„ِّูُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู†َูْุณุงً ุฅِู„َّุง ูˆُุณْุนَู‡َุง

```“Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kesanggupannya.”``` [QS. Al-Baqarah: 286]

Jangan malah lantas menempuh jalan-jalan yang tidak disyariatkan di dalam agama kita!

Jangan dipahami dari perkataan kita _"Menutupi aib, bahwa kita mendiamkan aib tersebut."_ *Akan tetapi kita berusaha untuk menasihati mereka secara langsung jika memungkinkan, atau dengan perantara orang-orang yang dekat dengan mereka, entah itu Ulama ataupun orang yang memiliki kedudukan*. Dan ini hukumnya *fardhu kifayah*, jika sebagian Ulama atau yang semisal mereka telah melakukannya, maka kewajiban tersebut akan jatuh dari umat yang lain.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…… ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ—ž️ ```Diringkas dari http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/agama-adalah-nasihat-3.html```

๐Ÿ–‹️ _Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc hafidzahullah_

*----------••♛♛♛••----------*

๐Ÿ’Ž *Permata Sunnah*
๐ŸŒ *Web:* http://permatasunnah.com

๐Ÿ’ฐ *Donasi Dakwah Permata Sunnah*
๐Ÿง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| *No. Rek: 0617861121*
| *An. Dedi Budika*
| Kode Bank 427
๐Ÿ“ฑKonfirmasi: _Pilih salah satu_
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐Ÿ”ฅ Berdusta Atas Nama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Hukum Warisan Dari Orang Tua Non Muslim

Apa Tujuan Diciptakan Manusia?