Asa Seorang Muslim Adalah Akhirat

Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah

๐Ÿ’  MENGUMPULKAN ASA DALAM RIDHONYA

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Di era tahun sembilan puluhan, sepeda motor merupakan barang mewah, setiap pagi dan sore hari jalanan dipenuhi barisan sepeda onthel. Teknologi komputer juga merupakan barang langka, jangankan HP, benda mewah ini hanya dimiliki para konglomerat atau mereka yang dari kalangan highclass. Kalau untuk menghubungi seseorang perlu antri di warung telkom di atas jam 19.00, atau paling tidak memanfaatkan telepon umum dengan koin di pusat-pusat keramaian.

Begitulah roda zaman berputar, dan dalam kondisi serba terbatas itu justru membuat semangat fulanah untuk semakin antusias mencari ilmu Syar’i. Dengan baju kebesarannya yang menutup aurat, plus sepeda onthel tuanya puluhan kilo ditempuhnya menuju pusat kota Yogyakarta untuk menghadiri kajian keislaman. Hawa panas dan gerah tak menyurutkan langkahnya untuk mengumpulkan asa dalam ridhoNya.

Sebagian hari-harinya digunakan untuk bercengkrama dan berziarah kepada sesama akhwat yang membuat iman di hatinya semakin bersemi. Apalagi 30 tahun yang lalu, kondisi masyarakat Muslim pada umumnya masih awam, orang berjubah dan berkerudung lebar masih dipandang aneh, dan majelis-majelis taklim tak sebanyak saat ini. Namun satu hal, semangat untuk tholabul ‘ilmi (menuntut ilmu -ed) patut diacungi jempol. Meskipun kondisi serba minimalis, namun barokahnya ternyata bisa membuat ketenangan hati, kebahagiaan hidup dan hilangnya rasa gundah. Dan di era sekarang ini sangat mudah orang mengakses ilmu, tak perlu keluar rumah atau berpayah-payah sebagaimana kisah fulanah di atas.

Ini perbedaannya, terkadang dengan segala kemudahan teknologi seseorang menjadi malas untuk memburu majlis taklim. Dan bisa jadi dengan banyaknya rintangan, fisik yang lelah dan sikap antusiasme, Allah Azza Wa Jalla akan menjadikan ilmu yang dicarinya sebagai sebab ia menjadi hamba yang dicintaiNya. Kebahagiaan hidup akan dinikmati tatkala dengan segala keikhlasannya dia lalui segala kesusahan dalam mengejar ilmu syar’i.

Salah satu nasihat berharga dari Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di dalam 8 nasihat berharga untuk meraih hidup bahagia adalah tegar dan tawakkal dalam menghadapi hidup. Sandaran tertinggi hanya kepada Allah Azza Wa Jalla. Dengan tawakkal, hati akan menjadi kuat, lapang dan bahagia.

ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ูَู‡ُูˆَ ุญَุณْุจُู‡ُ

“Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya.” [QS. Ath-Thalaq: 3]

Nasihat beliau yang sangat penting adalah hendaknya seseorang menyibukkan diri dengan ilmu syar’i, aktivitas yang bermanfaat dan berkonsentrasi dalam menjalaninya.

Dengan aktivitas-aktivitas positif niscaya jiwanya tenang dan menghilangkan kesedihan serta tidak larut dalam pikiran-pikiran negatif yang belum terjadi.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bersemangatlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah. Jika kamu ditimpa musibah, janganlah kamu mengatakan, ‘Seandainya saya bertindak demikian, tentu ( hasilnya ) akan begini dan begitu’. Tapi katakanlah, ‘Allah sudah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki, maka Dia pasti lakukan’. Karena sesungguhnya ( perkataan ) ‘seandainya’ akan membuka pintu perbuatan setan!" [HR. Muslim]

Dan tentunya kita semua berharap dapat berjumpa denganNya. Asa seorang Muslim adalah negeri akhirat. Untuk mewujudkannya, tentu butuh iman, ilmu, amal, dan sabar yang terus menerus.

ู…َู†ْ ุฎَุงูَ ุฃَุฏْู„َุฌَ ูˆَู…َู†ْ ุฃَุฏْู„َุฌَ ุจَู„َุบَ ุงู„ْู…َู†ْุฒِู„َ. ุฃَู„ุง ุฅِู†ّ َุณู„ْุนَุฉَ ุงู„ู„ู‡ِ ุบَุงู„ِูŠَุฉٌ ،ุฃู„ุงَ ุฅِู†َّ ุณู„َุนَุฉ َุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ 

“Barang siapa yang takut (akan keselamatan dirinya), dia akan bergegas (untuk mengerjakan amal-amal shalih), dan  barang siapa yang bergegas, dia akan sampai tujuan. Ketahuilah bahwa barang dagangan Allah adalah mahal. Ketahuilah bahwa barang dagangan Allah adalah Surga.” [Shahih  diriwayatkan Imam At – Tirmidzi No. 2450, dan Imam Al-Hakim (4/308). Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Bani dalam shahih Jami’ Ash Shaghir No. 6222]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…… ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ–ฅ Sumber: Artikel Muslimah.or.id

๐Ÿ–Š Penulis: Isruwanti Ummu Nashifah

----------••♛♛♛••----------

๐Ÿ’Ž Permata Sunnah
๐ŸŒ Web: http://permatasunnah.com

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah Permata Sunnah
๐Ÿง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| No. Rek: 0617861121
| An. Dedi Budika
| Kode Bank 427
๐Ÿ“ฑKonfirmasi: Pilih salah satu
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐Ÿ”ฅ Berdusta Atas Nama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Hukum Warisan Dari Orang Tua Non Muslim

Apa Tujuan Diciptakan Manusia?