NASIHAT UNTUK AL-QURAN

Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: Silakan klik http://kontakk.com/@permatasunnah

๐Ÿ“– NASIHAT UNTUK AL-QURAN

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Dari Abi Ruqayyah, Tamim bin Aus Ad-Daari radhiallahu 'anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda:

ุงَู„ุฏِّูŠْู†ُ ุงู„ู†َّุตِูŠْุญَุฉُ، ุงู„ุฏِّูŠْู†ُ ุงู„ู†َّุตِูŠْุญَุฉُ، ุงู„ุฏِّูŠْู†ُ ุงู„ู†َّุตِูŠْุญَุฉُ، ู‚َุงู„ُูˆْุง: ู„ِู…َู†ْ ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ؟ ู‚َุงู„َ: ِู„ู„ู‡ِ، ูˆَู„ِูƒِุชَุงุจِู‡ِ، ูˆَู„ِุฑَุณُูˆْู„ِู‡ِ، ูˆَِู„ุฃَุฆِู…َّุฉِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ ุฃَูˆْ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ، ูˆَุนَุงู…َّุชِู‡ِู…ْ

"Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat." Mereka (para sahabat) bertanya: "Untuk siapa, wahai Rasulullah?" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: "Untuk Allah, KitabNya, RasulNya, Imam kaum Muslimin atau Mukminin, dan bagi kaum Muslimin pada umumnya." [HR. Muslim]

Nasihat untuk Al-Quran maksudnya adalah menjalankan hak-hak Al-Quran, baik itu hak-hak yang wajib maupun yang sunnah hukumnya.

Adapun hak-hak Al-Quran yang wajib antara lain:

1. Meyakini bahwasanya Al-Quran itu betul-betul kalam (perkataan) Allah Ta’ala, baik itu huruf-hurufnya maupun makna yang terkandung di dalamnya.

Allah Ta’ala benar-benar berfirman dengannya, lantas malaikat Jibril menyampaikannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar dibacakan kepada umatnya.

Kita harus mengagungkan dan mencintainya karena dia adalah kalamullah yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, Allah Ta'ala berfirman:

ุฅِู†َّ ู‡َุฐَุง ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†َ ูŠَู‡ْุฏِูŠ ู„ِู„َّุชِูŠ ู‡ِูŠَ ุฃَู‚ْูˆَู…ُ

"Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus." [QS. Al-Israa: 9]

2. Beriman bahwasanya Al-Quran adalah sebaik-baik perkataan, juga hukum-hukum yang terkandung di dalamnya adalah sebaik-baik hukum, tidak ada yang setara dengannya.

Allah Ta’ala berfirman:

ุงู„ู„َّู‡ُ ู†َุฒَّู„َ ุฃَุญْุณَู†َ ุงู„ْุญَุฏِูŠุซِ ูƒِุชَุงุจุงً

"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Quran." [QS. Az-Zumar: 43]

3. Menjalankan perintah-perintah Allah yang Dia wajibkan di dalamnya, serta menjauhi larangan-larangan yang Dia haramkan atas umatNya di dalamnya.

4. Meyakini kebenaran berita-berita yang disebutkan di dalamnya, tanpa dicemari dengan keraguan sedikit pun. Jika Allah Ta’ala telah memberitakan di dalamnya tentang adanya kehidupan sesudah dunia yang fana ini, kita pun harus mempercayainya, tanpa berusaha untuk memustahilkannya dengan otak kita yang terbatas. Sebagaimana yang diperbuat oleh para ahli filsafat dari dulu sampai sekarang, yang terlalu mendewakan akal mereka yang lemah. Allah Ta’ala menceritakan perkataan nenek moyang mereka,

ุฅِู†ْ ู‡ِูŠَ ุฅِู„َّุง ุญَูŠَุงุชُู†َุง ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَู…َุง ู†َุญْู†ُ ุจِู…َุจْุนُูˆุซِูŠู†َ

"Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan." [QS. Al-An’am: 29]

5. Melindungi Al-Quran dari ulah orang-orang yang menafsirkannya semaunya sendiri, serta membantah dan mengungkap kebatilan mereka.

[Lihat: Shiyanah Shahih Muslim, karya Ibnu Ash-Sholah, hal 224, dan Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah, oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin hal: 136]

Sedangkan hak-hak Al-Quran yang sunnah hukumnya, contohnya:

1. Memperbanyak dalam membaca, menghafalkan dan menghayatinya. Ini adalah salah satu bentuk merapatnya hubungan seorang hamba dengan kitab Rabbnya. [Lihat: Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah, oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh, hal 56]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan keutamaan membaca Al-Quran dalam sabdanya: "Bacalah Al-Quran, sesungguhnya dia akan menjadi syafaat di hari kiamat bagi orang-orang yang membacanya." [HR. Muslim, I/553 no. 804]

Dan masih banyak hadis-hadis nabawi lainnya yang menceritakan keutamaan membaca kitabullah yang agung ini. Menilik besarnya keutamaan membaca Al-Quran para salaf sangat memperhatikan hal itu, sebagai contoh: Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu senantiasa mengkhatamkan Al-Quran setiap delapan hari sekali, Tamim Ad-Daary radhiallahu ‘anhu seminggu sekali, dan Al-Aswad bin Yazid enam hari sekali. [Lihat: Fadhail Al-Quran, karya Ibnu Katsir, hal 250-251]

2. Tentunya seorang Muslim yang menginginkan kebaikan di dunia dan di akhiratnya tidak mencukupkan diri dengan hanya membaca dan menghafal Al-Quran saja, akan tetapi dia juga berusaha semampunya untuk memahami makna-makna yang terkandung di dalamnya.

Sebab hal itu akan melapangkan hatinya, mendatangkan rasa bahagia dan ketenangan jiwa, serta membantu agar bisa mengamalkannya. Di antara faktor yang amat membantu seorang Muslim dalam memahami kitabullah, adalah kembali kepada kitab-kitab tafsir di saat dia menemukan kesulitan.

Tafsir Ibnu Katsir dan tafsir As-Sa’dy, merupakan salah satu pilihan terbaik seorang Muslim yang ingin menghayati isi Al-Quran. [Ad-Durar As-Saniyyah bi Fawaid Al-Arba’in An-Nawawiyah, hal 38]

Ibnul Qayim dengan sangat piawai berpetuah, “Seandainya orang-orang tahu apa yang akan mereka petik jika mereka membaca Al-Quran dengan tadabbur (perenungan), niscaya dia akan menyibukkan diri dengannya dan tidak mempedulikan urusan lainnya. Di saat melewati suatu ayat, yang kebetulan dia sangat membutuhkannya untuk mengobati sebuah penyakit yang bercokol di hatinya, dia akan mengulang-ulanginya meskipun sampai seratus kali atau bahkan semalam suntuk. Membaca Al-Quran dengan penghayatan dan pemahaman lebih baik daripada mengkhatamkan Al-Quran tanpa merenungi dan memahami maknanya. Sebab tadabbur itu akan lebih bermanfaat untuk hati, lebih menambah keimanan, serta seorang hamba bisa lebih merasakan manisnya Al-Quran.” [Miftah Daar As-Sa’adah, karya Ibnul Qayyim, I/553]

3. Mengajarkan Al-Quran terhadap kaum Muslimin dan memasyarakatkannya. [Ta’dzim Qadr Ash-Shalah (II/693), dan Qawa’id wa Fawa’id min Al-Arba’in An-Nawawiyah, oleh Nadzim Muhammad Sulthan, hal 93]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฎูŠุฑูƒู… ู…ู† ุชุนู„ู… ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆุนู„ู…ู‡

“Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.”

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…… ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ—ƒ Sumber: Artikel Muslim.Or.Id

๐Ÿ–Š Penulis: Ustadz Abdullah Zaen hafidzahullah

----------••♛♛♛••----------

๐Ÿ’Ž Permata Sunnah
๐ŸŒ Web: http://permatasunnah.com

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah Permata Sunnah
๐Ÿง Bank Negara Indonesia (BNI Syariah)
| No. Rek: 0617861121
| An. Dedi Budika
| Kode Bank 427
๐Ÿ“ฑKonfirmasi: Pilih salah satu
• Silakan Klik http://bit.ly/2DonasiPermataSunnah
• Pesan 0822-9386-8892 (WA)

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐Ÿ”ฅ Berdusta Atas Nama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Hukum Warisan Dari Orang Tua Non Muslim

Apa Tujuan Diciptakan Manusia?